TRENDING: Cara Update Driver Bluetooth di Windows 10 Read More

TRENDING: Samsung Galaxy A51 Spesifikasi dan Harga Indonesia Read More

TRENDING: Samsung Galaxy Z Flip Spesifikasi dan Harga Indonesia Read More

TRENDING: Samsung Galaxy Z Flip 5G Muncul di Geekbench, Menggunakan Snapdragon 865 Read More

TRENDING: Samsung Galaxy Fold Spesifikasi dan Harga Indonesia Read More

21 March 2019

Artificial Intelligence (AI) Facebook Gagal Blok Siaran Penembakan Selandia Baru

3

Setelah kejadian penembakan terhadap dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3/19) yang menewaskan sedikitnya 50 orang warga muslim, banyak video rekaman dan bahkan live streaming saat kejadian berlangsung beredar di Internet. Beredarnya video kekerasan di internet terutama di media-media sosial terutama seperti Facebook menuai banyak kritikan dari pengguna, pasalnya mengapa video-video tersebut tidak dapat langsung di blok oleh media sosial tersebut. Banyak pengamat pengguna menilai bahwa Artificial Intelligence (AI) Facebook tidak berhasil mengenal video-video tersebut.

Menanggapi hal ini, Facebook melalui blog resminya mengatakan bahwa sistem kecerdasan buatannya (AI – Artificial Intelligence) tidak dibuat atau diprogram untuk dapat langsung memblokir kejadian kekerasan seperti pembantaian muslim di Masjid New Zealend secara langsung baru-baru ini. Namun, Artificial Intelligence harus dapat mengenali/dilatih terlebih dahulu sebelum di blok.

Dilansir dari postingan di blog resmi facebook pada rabu (20/03/19), Guy Rosen, vice president dari product management mengatakan bahwa agar AI-nya dapat mengenali sesuatu, ia harus dilatih tentang sesuatu yang bisa atau tidak. Misalnya, Anda mungkin mencari gambar telanjang atau gambar porno sejenis atau propaganda teroris maka sistem harus diajarkan agar dapat mengidentifikasi hal-hal itu.

“Kami perlu menyiapkan sistem kami dengan sejumlah besar data dari jenis konten khusus seperti ini, ini merupakan sesuatu yang sulit karena peristiwa-peristiwa seperti ini sangat jarang,” kata Rosen dalam posting tersebut. Selain itu, ia mencatat bahwa ini merupakan tantangan bagi sistem untuk mengenali gambar yang “mirip secara visual” yang bisa berbahaya.

“AI adalah bagian yang sangat penting dari perjuangan kami melawan konten teroris di platform kami, dan sementara efektivitasnya terus meningkat, ini tidak akan pernah menjadi sempurna,” kata Rosen.

Sejak insiden penembakan di Christchurch tadi, website-website besar seperti Facebook, Google dan Twitter harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul tentang bagaimana cara mengendalikan penyebaran rekaman-rekaman video kekerasan seperti yang terjadi di Masjid New Zealend.

Pada Senin (18/03/2019), Facebook mengatakan bahwa sekitar 200 pengguna telah melihat siaran langsung kejadian tersebut dan bahwa video yang beredar telah mencapai sekitar 4.000 penayangan yang kemudian diturunkan dan di blok oleh Facebook. Pengguna pertama yang langsung melaporkan live streaming kejadian yakni 12 menit setelah streaming selesai. Setelah itu, dan dalam kurun waktu 24 jam pertama setelah live streaming, Facebook telah membersihkan 1,5 juta unggahan video yang 80 persen di antaranya diblokir sebelum ditayangkan kembali di media sosial tersebut.

Postingan blog Facebook pada Kamis juga telah menguraikan langkah-langkah yang masih akan diambil termasuk meningkatkan teknologi pencocokan, mencari cara untuk bisa dapat lebih cepat mendapat laporan, dan bekerjasama dengan Forum Internet Global untuk Melawan Terorisme.

Terlepas dari telatnya Facebook dalam menangkal video kekerasan yang beredar di websitenya, media sosial ini menunjukan bahwa mereka juga melakukan banyak hal baik yang telah ditingkatkan dan berguna bagi pengguna seperti misalnya program donor darah, nonprofits dan mentorships.

Setelah kejadian itu, media sosial ini mengatakan bahwa mereka telah bekerjasama dengan Polisi Selandia Baru untuk menanggapi serangan itu dan mendukung penyelidikan mereka. Selain itu, facebook juga memberikan informasi tambahan berdasarkan banyak pertanyaan yang timbul dari pengguna tentang bagaimana platform online seperti Facebook digunakan untuk mengedarkan video mengerikan tentang serangan teroris.

Dibawah ini beberapa langkah yang telah diambil oleh Facebook dengan penjelasannya:

  • Timeline
  • Safety on Facebook Live
  • Artificial Intelligence
  • Reporting
  • Circulation of the Video
  • Blocking the Video
  • Next Steps

Selengkapnya penjelasan facebook dapat anda lihat disini: Facebook Blog

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *