Home News Ini Daftar Negara Yang Telah Blokir Media Sosial

Ini Daftar Negara Yang Telah Blokir Media Sosial

5
0
Situs Media Sosial Yang di Blokir

Media Sosial, media online (daring) yang digunakan dan dimanfaatkan pengguna sebagai sarana pergaulan sosial, berpartisipasi, berbagi, jejaring sosial secara online di internet.

Situs media sosial tidak hanya memudahkan pengguna individu, tapi juga dapat menguntungkan perusahaan, pemerintah, badan amal dalam berbagi informasi, mencari keuntungan lewat bisnis yang dikelola atau menyebarkan suatu pesan dan himbauan kepada masyarakat dengan cepat dan mudah.

Namun… terlepas dari keuntungan dan kemudahan yang didapat, medsos juga banyak digunakan sebagai sarana kejahatan, berbohong, menyebar Hoax dan sebagai sarana merugikan lainnya.

Oleh sebab itu di era informasi instant ini dan seakan tidak terbatasi konten dan informasi yang viral dengan cepat, media sosial dengan mudah dapat menjangkau berbagai ragam penggunanya di berbagai belahan dunia dan di berbagai umur penggunanya. Dengan kerugian-kerugian yang didapat dan pengaruh-pengaruh negatif dari medsos inilah yang membuat beberapa negara memblokir media sosial di negaranya dengan berbagai alasan seperti pemblokiran akibat adanya indikasi penyalahgunaan platform komunikasi itu oleh kelompok radikal.

Facebook User By CountriesNegara-negara yang blokir Media Sosial

1. Korea Utara

Korea Utara secara resmi memblokir Facebook, YouTube, dan Twitter pada tahun 2016 dalam upaya untuk lebih mengontrol akses ke informasi luar. Alasan lain adalah untuk membatasi warga negaranya memposting atau memberikan banyak informasi negaranya ke dunia luar.

Akses internet di negara ini sangat terbatas karena memang di batasi oleh pemerintahnya. Selain media sosial diatas yang di blok, Korut juga melakukan pemblokiran terhadap situs-situs perjudian dan situs-situs dewasa.

2. China

China merupakan salah satu negara yang paling banyak memblokir media sosial di negaranya. Jaringan medsos yang telah di blok negara ini seperti  Facebook, Snapchat, serta Pinterest.

Pemblokiran situs jejaring sosial di China menurut kabar karena banyaknya variasi peraturan hukum dan administrasi negara tersebut. Walaupun akses Internet tidak terbatas, negara tersebut memblokir IP, memfilter pencarian, dan bahkan menghapus konten atau mengalihkan pertanyaan untuk konten terbatas pada informasi pro-Cina.

Selain itu, negara ini juga memblokir situs serta film asing untuk tayang di negaranya dan bahkan baru-baru ini Cina telah memblokir Google dan Instagram, serta ribuan situs web luar negeri lainnya, termasuk The New York Times dan Wikipedia bahasa Cina.

3. Saudi Arabia

Saudi Arabia memblokir beberapa situs jaringan sosial namun tidak untuk facebook dan Twitter. Beberapa buku-buku digitak, majalah digital, koran, film, kontent dan streaming TV online beberapa diantaranya diblokir negara ini. Alasannya karena menyangkut dengan hal kepercayaan agama. Selain itu, banyak situs web yang diblokir dimana isi kontennya bertentangan dengan kepercayaan Islam termasuk politik, sosial dan agama.

Semua lalu lintas internet ke Arab Saudi disaring melewati router yang dipantau dan dikendalikan secara ketat oleh Kementerian Dalam Negeri (mis. Departemen pemerintah Arab Saudi yang bertanggung jawab memelihara daftar situs web yang sebelumnya diblokir). Pemerintah memblokir akses ke Wikipedia dan terjemahan Google (Google translate), yang digunakan untuk menghindari filter pada situs yang diblokir dengan menerjemahkannya.

Untuk situs video besar seperti YouTube tidak diblokir, namun menurut kabar pemerintah Saudi telah buat suatu rencana untuk mengadakan sebuah perusahaan lokal yang dapat memproduksi konten video bagi negaranya.

4. Rusia

Rusia telah memblokir WeChat pada 4 Mei 2017 lalu karena dianggap melanggar aturan registrasi di negara itu. WeChat merupakan sebuah aplikasi yang berbasis di China, sebuah aplikasi perpesanan dan media sosial yang tersedia untuk semua jenis platform; obrolan grup, pesan suara, foto,video serta teks.

Rusia juga sebelumnya telah memblokir situs LinkedIn karena dianggap melanggar Undang-undang pemerintah setempat yang mewajibkan penyimpanan data pada server lokal. LinkedIn merupakan aplikasi besutan Microsoft.

5. Iran

Di Iran, beberapa alat media sosial dan beberapa produk yang mengenkripsi percakapan internet sudah lama tidak dapat di akses. Negara ini pada tahun 2013 telah memblokir hampir 50 persen dari total 500 situs web termasuk YouTube, Facebook, Twitter, dan Google Plus. Pada tahun 2009, Iran merupakan negara yang memiliki sipir terburuk terhadap jurnalis atau pers, dan sejak saat itu berlanjut setiap tahunnya.

6. Mesir

Mesir adalah salah satu negara yang memblokir penyedia jasa internet Free Basics besutan Facebook pada 2015 setelah perusahaan itu menolak permintaan akses dari pemerintah.

Sebelumnya di tahun 2011 negara itu juga pernah memblokir sejumlah situs sosial media untuk diakses dari luar negeri. Saat itu Presiden Hosni Mubarak menginginkan informasi dari dalam Mesir tidak dapat diakses oleh dunia luar.

6. Bangladesh

Pada 2015 pemerintah negara Bangladesh memblokir sementara media sosial Facebook dan media sosial lainnya selama 22 hari setelah keputusan Mahkamah Agung terkait hukuman mati 2 orang yang dihukum karena kejahatan perang. Otoritas telekomunikasi Bangladesh mengeluarkan larangan lebih dari 18.000 situs web yang diduga berisi konten pornografi dan juga termasuk situs Somewherein.net, platform blogging berbasis bahasa Bengali terbesar di internet, dan Google Books. Mustafa Jabbar, Menteri Pos dan Telekomunikasi menggambarkan upaya ini sebagai “perang” melawan pornografi.

7. Beberapa Negara Afrika

Di beberapa negara Afrika seperti Republik Kongo, Chad, dan Uganda melarang penggunaan situs jejaring sosial pada saat-saat tertentu seperti misalnya pada saat pemilu. Otoritas negara tersebut mengklaim bahwa pemblokiran tersebut adalah sebagai bentuk pencegahan terhadap beredarnya informasi palsu terkait hasil pemilu.

Namun, para pengamat dan praktisi media setempat menilai langkah itu merupakan bentuk dari menghilangkan pengawasan terhadap hasil pemilu yang sebenarnya.

8. Suriah

Selain terkait kondisi perang dinegara itu, Suriah juga secara aktif melarang situs web karena alasan politik. Otoritas negara itu juga bahkan menangkap publik yang mengaksesnya.

Jenis situs web yang dilarang di Suriah mencakup situs politik, minoritas, hak asasi manusia, urusan luar negeri, dan topik sensitif lainnya. Situs-situs media sosial, situs perpesanan, situs pengunggahan video dan semua situs yang dianggap memiliki pengaruh buruk, dimonitor secara teratur dan ketat di Suriah.

9. Tunisia

Sebelum revolusi di Tunisia, akses internet di negara tersebut tidak ada masalah, namun setelah penggulingan Presiden Zine El Abidine Ben Ali, akses internet Tunisia menurun drastis. Tunisia membatasi akses internet warganya hanya sekitar 40%, selain itu, penyedia internet di negara itu harus melaporkan semua data yang dibutuhkan seperti nama, info pribadi, dan alamat kepada pemerintah.

10. Vietnam

Vietnam mengizinkan warganya untuk mengakses situs web umum seperti Google, Yahoo, dan MSN Microsoft jika situs-situs tersebut mau bekerjasama dengan pemerintah negara tersebut dengan menyerahkan data/nama pengguna yang menggunakan layanan mereka.

Vietnam memblokir semua situs web yang dianggap kritis terhadap pemerintah Vietnam, partai politik asing, dan organisasi hak asasi manusia internasional; pada dasarnya, setiap situs yang mengadvokasi hak asasi manusia, kebebasan, dan demokrasi.

Pada 2016, pemerintah Vietnam sempat memblokir Facebook untuk dapat diakses oleh warganya selama kunjungan Presiden Barack Obama ke negara itu. Dilansir Reuters, negara itu ingin menenangkan aktivis HAM.

11. Myanmar

Negara yang sebelumya bernama Burma ini juga secara agresif memblokir situs web yang dianggap tidak setuju dengan pemerintahan resmi negara itu.

Myanmar menjadi salah satu negara yang telah melarang akses ke situs Media Sosial, selain itu negara ini juga menyaring pesan email dan semua bentuk komunikasi berbasis web lainnya dengan tujuan untuk mencegah aktivitas pemberontakan di negara itu.

Kafe-kafe penyedia layanan internet di Myanmar harus memiliki dan menyimpan data-data pengguna internet di tempat mereka dan harus siap memberikannya ketika otoritas setempat meminta.


Daftar negara yang telah blokir Media Sosial diatas belum semuanya dijabarkan, masih ada beberapa negara lain yang telah memblokir penggunaan situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, YouTube seperti negara Kuba, Mauritius, Pakistan, Ethiopia, dan Aljazair.

Alasan pemblokiran Media sosial pun beragam, mulai dari sisi politik, konten berbahaya, akses informasi ke/dari negara tersebut hingga hal-hal penting lainnya yang dianggap sebagai pertimbangan pemerintah negara.

KOMENTAR ANDA

Please enter your comment!
Please enter your name here